• 27

    Apr

    Melihat Orang Indonesia Lewat Televisi

    Orang Indonesia itu bodoh, kafir, miskin dan kampungan. Orang Indonesia dengan nama Jawa dan logat medok hanya pantas jadi pembantu bodoh yang kerap berlaku konyol. Sementara jika orang Indonesia mengenaiakan pakaian etnik Jawa, ia adalah kafir yang percaya dengan mistis dan ilmu-ilmu kejawen. Kepintaran dan modernitas hanya milik Barat, sedang kesucian hanya milik Arab. Setidaknya itulah yang saya tangkap ketika menonton beberapa sinetron di layar televisi kita. Tokoh utama yang digambarkan pintar, modern dan kaya biasanya berwajah blasteran bule dan bernama kebarat-baratan. Sementara kalau ada orang dengan nama Paijo, Supri, Paimin yang memakai blankon (tutup kepala khas Jawa), maka ia adalah pembantu yang bodoh dan tingkah laku kampungannya kerap dijadikan bahan tertawaan. Bagaimana kal
  • 19

    Apr

    Hidup itu Indah Jika Suasana Kerja Menyenangkan

    Jika di jagad perdangdutan nusantara ada Bang Haji Rhoma Irama, di dunia persilatan ada Wiro Sableng, maka di rimba komik satir ada nama Aji Prasetyo. Tahun 2010 yang lalu, mas Aji merilis kumpulan komik opininya dengan judul “Hidup itu Indah”. Komik yang diterbitkan Cendana Art Media ini berisi kumpulan satir menyentil perihal masalah-masalah sosial, politik, keagamaan yang ada di Indonesia. Resensi mengenai komik “Hidup itu Indah” akan saya posting pada lain kesempatan. Untuk saat ini, saya ingin berbagi salah satu komik mas Aji yang membuat saya mesem-mesem karena merasa tersindir. Judulnya “Suasana Kerja yang Menyenangkan”. Judul yang sangat sarkas, mengingat nyaris tiap hari saya menjumpai kejadian yang mirip seperti dalam komik ini, dan saya meras
  • 11

    Apr

    Menkominfo (tak) Bisa Berhitung?

    Ribut-ribut kasus Arifinto rupanya juga memancing pertanyaan para wartawan: Apakah program Kominfo untuk memblokir situs porno gagal? Menanggapi hal tersebut, ketika ditemui wartawan DetikNews usai menghadiri peresmian kerja sama STEI ITB-Huawei Training Center, di kampus ITB, Jalan Ganesha 10, Senin (11/4/2011), Tifatul menolak dikatakan gagal. Memang belum 100 persen. Baru 90 persen lah. Tapi kalau 90 persen telah diblokir jangan dianggap kerja Kominfo tidak berhasil. - Tifatul Sembiring (detiknews, 11 April 2011) Kemudian ketika ditanya, apa kendala pemblokiran situs porno, Tifatul menyatakan tantangan terberat karena pornografi sudah menj
  • 11

    Apr

    Anggota DPR dan Praktek Esek-Esek

    Di tengah penolakan masyarakat atas rencana pembangunan gedung baru DPR, publik kembali dihebohkan dengan kasus anggota dewan yang kedapatan melihat adegan video porno saat rapat paripurna berlangsung. Terlepas yang bersangkutan menonton secara sengaja atau hanya kecelakaan, kasus yang menimpa Arifinto, anggota DPR dari Fraksi PKS itu kian mencoreng citra DPR di mata masyarakat. Sesungguhnya persinggungan antara anggota dewan dengan praktek esek-esek bukanlah hal baru. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi orang-orang yang kerap beraktifitas di Senayan. Isu mengenai sekretaris pribadi yang merangkap sebagai pemuas nafsu anggota dewan atau isu angota dewan yang memiliki WIL santer terdengar. Hanya saja karena sifatnya masih isu, tentu tak selayaknya kita langsung percaya dan serta merta
  • 7

    Apr

    Hello world!

    Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post